mith, di dua tempat yang berlainan. aku banyak menemukan wajah baru dengan banyak cerita berpangkul ingin mereka ceritakan. katanya, mereka tak tahu cara memulai cerita yang baik. aku tersenyum kasihan pada hal lain yang kuterka mengenai diriku sendiri. kukatakan padanya, diam pun memiliki masing cerita. hal sederharna hari ini ialah mempelajari diam yang baik dan benar. belajar memulai cerita baru, mith kau di sisiku, begitupun aku. kita saling menatap tapi tak tahu letak tubuh kita di mana.
10 jam lalu kata seseorang yang menjagaku. aku harus tidur. bagaimana memulai tidur yang baik, mith? sementara kita sedang tertidur dan berada pada mimpi yang kita tempati. beberapa sedang sibuk, dengan cara mengatur waktu untuk merasa tetap gembira. beberapa dari lainnya mengatur waktu untuk kembali menjadi manusia yang sehat. tapi waktu tak dapat kita atur dengan sendirinya begitu saja. aku berpura-pura menjadi jam dinding yang malang menggantung di dinding itu. tapi tak bebas memutar masa, ke belakang atau lebih cepat menuju ke depan. baterai yang mencatu daya jam itu seperti tuhan, ya mith? dan kita sebagai jarum yang pendek itu saja. dan angka-angka itu, ialah target kita. target kukatakan lagi mith.
dan tuhan telah mengatur angkanya. pilihan kita tinggalah, apakah kita menjadi jarum yang searah, atau berlawanan arah dan mendiami tempat yang juga berbeda.
